Selasa, 13 November 2012

Sebenarnya kita harus menjaga kesehatan seluruh tubuh, bukan hanya usus. Usus merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting dalam metabolisme tubuh. Dalam usus terjadi proses penghancuran bahan makanan menjadi unsur yang sangat kecil, sehingga bisa diserap dalam tubuh untuk penopang berlangsungnya kehidupan.
pencegahan kanker ususBelum banyak disadari bahwa berfungsinya usus secara maksimal, diperlukan kerja sama dengan makhluk lain, yaitu flora usus. Flora usus terdiri dari beberapa jenis kuman yang sangat diperlukan agar makanan dapat dicerna dengan baik, bisa memproduksi beberapa vitamin penting dan asam lemak rantai pendek yang bisa memperbaiki peredaran darah halus di usus, mencegah berkembang biaknya jamur dan kuman yang jahat dan mencegah kanker usus.

Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan rendah serat, terutama yang tidak larut, terlalu banyak asupan gorengan, terutama yang digoreng dalam minyak tidak jenuh ganda yang dipanaskan lebih dari 100 derajat celsius atau dipakai lebih dari sekali, konsumsi bahan makanan mengandung zat warna, pengawet, serta bahan beracun lain, justru bakal merusak kelangsungan hidup flora usus. Akibatnya, usus bakal berpenyakit dan berkembang menjadi
kanker usus.
Padahal bila usus berpenyakit, tentu akan ada banyak gangguan yang bisa muncul dan sangat bervariasi, dari jenis derajat, sampai berat penyakitnya, mulai dari tidak bisa buang air besar, diare kronis, gangguan pencernaan, bau mulut sering kentut, bahkan sampai terjadi penyumbatan saluran usus.
Mengonsumsi makanan tinggi serat, terutama sayur dan buah segar, bukan sayur maupun buah yang sudah diawetkan, sesedikit mungkin mengonsumsi gorengan, cermat dalam penggunaan antibiotika, bahan pengawet makanan, dan bahan yang dapat mematikan flora usus, akan menyelamatkan anda dari kanker usus.
Kiat Pencegahan Kanker Usus
Berikut ini beberapa beberapa cara tentang cara pencegahan kanker usus besar:

* Hindari makanan tinggi lemak, protein, kalori, seperti daging merah merupakan langkah awal dari pencegahan kanker usus
* Konsumsi vitamin E, D dan asam folat.
* Cukupi juga kebutuhan kalsium untuk menekan kanker.
* Konsumsi buah dan sayur setiap hari.
* Jangan merokok atau segera hentikan kebiasaan merokok.
* Lakukan kolonoskopi dan polipektomi bila ada polip dalam usus kita.
* Lakukan skrining dengan tes darah samar sejak usia 40 tahun.

Siapa Berisiko Tinggi Terkena Kanker Usus
Di Amerika Serikat, risiko berkembangnya kanker usus dalam sisa hidup seseorang mencapai angka 7 persen. Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko tersebut antara lain:
Usia. Risiko ini meningkat seiring bertambahnya usia. Kebanyakan kasus terjadi di usia 60-70 tahun. Sementara kasus yang muncul di usia 50-an biasanya karena penderita memiliki riwayat keluarga menderita kanker usus.
Adanya polip (pertumbuhan epitel yang membentuk tonjolan) usus, khususnya adenomatous polyp, berpotensi menjadi kanker. Penghambilan polip akan mengurangi risiko selanjutnya.
Riwayat kanker. Seseorang yang pernah didiagnosis dan dirawat akibat kanker usus sangat berisiko mengalami kanker usus / kolon di masa selanjutnya. Para wanita yang pernah menderita kanker ovarium, uterus, atau payudara juga berisiko tinggi mengalami jenis kanker ini.
Keturunan.
Merokok. Menurut penelitian, para perokok memiliki risiko lebih tinggi menderita kanker kolorektal dibanding bukan perokok.
Kerap makan daging merah. Sementara asupan buah, sayuran segar, dan ikan sangat sedikit. Bulan Juni tahun 2005, sebuah penelitian dilakukan oleh European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition. Hasilnya, konsumsi daging merah dan daging yang sudah diproses, sementara asupan serta rendah, sangat berisiko menderita kanker kolon.
Kurang aktivitas fisik. Mereka yang aktivitas fisiknya kurang, juga sangat berisiko menderita kanker kolorektal / kanker usus besar.
Virus. Paparan virus seperti virus papiloma menyebabkan terjadinya kanker kolorektal.
Konsumsi alkohol berlebihan.
Rendahnya asupan selenium.
 Seringkali bila kanker dapat dideteksi lebih dini dan pengobatan dilakukan dengan baik, maka peluang kesembuhannya akan jauh lebih besar.
Karena itu, ada baiknya Anda mewaspadai gejala-gejala yang tidak normal pada tubuh Anda dan melakukan pemeriksaan secara teratur.
Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda tentang gejala-gejala kanker usus besar yang perlu Anda waspadai dan bagaimana melakukan pencegahan dari serangan kanker usus besar.

Gejala-Gejala Kanker Usus Besar

Sejumlah tanda dan gejala-gejala kanker usus besar adalah adanya darah dalam kotoran, perubahan dalam pola defekasi (BAB), dan nyeri perut di sebelah bawah yang tidak hilang. Selain itu ambeien juga bisa menjadi tanda awal penderita kanker usus besar. BAB berdarah memang tidak selalu identik dengan kanker namun jika terjadi terus-menerus, maka perlu diwaspadai sebagai gejala kanker usus besar.

Jika terjadi perubahan pola buang air besar (BAB) seperti sulit BAB dan menderita diare kronis, maka seseorang harus mulai sadar untuk pergi ke dokter. Apalagi, jika muncul gejala kanker pada umumnya, seperti lemah, berat badan turun, dan menderita anemia.

Pencegahan Kanker Usus Besargejala-kanker-usus

Dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat, menghindari makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi, menghindari rokok dan minum alkohol secara berlebihan, melakukan olahraga secara teratur, konsumsi kalsium dan asam folat, dan segera lakukan kolonoskopi dan polipektomi pada pasien yang ditemukan adanya polip pada usus


Sumber Artikel: http://www.djamilah-najmuddin.com/pencegahan-kanker-usus

Pengobatan Kanker Lambung

Pengobatan Kanker Lambung

Cara aman mengatasi dan menyembuhkan kanker perut dan tumor lambung secara alami  dengan gamat  sebagai alternatif  pengobatan untuk kanker perut ini.
Obat alami kanker perut dan tumor lambungMendengar kata kanker terasa begitu angker! apalagi mendengar kabar dari dokter bahwa kita didiagnosa kanker,pasti rasanya seperti mendengar petir di siang bolong.
Bagaimana tidak pasti dalam bayangan kita sel-sel yang tidak normal sedang menggerogoti tubuh kita dari dalam dan sedikit demi sedikit merusak fungsi organ vital kita,dan sudah bisa di bayangkan selanjutnya? kematian…!!!
Tapi manusia dengan akal yang telah diberikan Tuhan diwajibkan untuk berusaha dengan segala upaya untuk mengatasi penyakit ini.Manusia tidak boleh menyerah dan pasrah dengan keadaan.Ujian itu harus bisa dilalui oleh manusia untuk meningkatkan derajatnya.Karena dengan mendayagunakan akal untuk kesejahteraan manusia adalah mulia.
Kembali ke laptop!! Bicara tentang kanker lambung,jenis kanker ini pun tidak bisa dianggap remeh,karena semua jenis kanker adalah angker. Disini kita akan  membahas sedikit tentang kanker lambung,dari penyebab,gejala,dan pengobatan yang aman untuk kanker lambung(perut) ini.

  Sejauh ini, penderita kanker lambung di Indonesia kebanyakan berusia di atas 45 tahun dan sering terjadi pada laki-laki.Seperti jenis kanker lainnya, penyebab kanker lambung belum diketahui secara pasti tetapi selalu berhubungan dengan tukak lambung, peradangan pada lambung yang disertai penyusutan lambung atau faktor genetik.Dari hasil penelitian, terdapat hubungan antara kanker lambung dengan makanan yang sering dikonsumsi.

Gejala-Gejala Kanker Lambung

Berikut adalah gejala-gejala yang umum yang timbul pada penderita kanker lambung.
  • Perut terasa kembung.
  • Sesudah makan perut terasa penuh.
  • Anemia dan cepat lelah.
  • Berat badan menurun.
Jangan menunda untuk mengambil langkah-langkah penting apabila gejala-gejala yang disebutkan di atas sudah terlihat. Semakin cepat diobati semakin besar harapan untuk sembuh.

Pilihan Pengobatan Kanker Lambungpengobatan-kanker-lambung

Selain secara medis, pengobatan kanker lambung juga dapat dilakukan dengan penggunaan obat kanker alami. Sarang Semut telah dimanfaatkan oleh banyak orang sebagai salah satu alternatif pengobatan kanker lambung. Mengapa demikian?
Karena khasiatnya yang luar biasa menakjubkan dalam menumpas berbagai jenis penyakit mematikan termasuk kanker. Kalau begitu, kandungan apa dalam Sarang Semut yang membuatnya bisa begitu menyembuhkan berbagai jenis kanker dan tumor?
Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa dengan limpahnya kandungan berbagai senyawa aktif penting seperti flavonoid, tanin, polifenol, dan berbagai mineral yang berguna sebagai antioksidan dan antikanker, Sarang Semut sangat tepat digunakan sebagai obat kanker dan tumor.
Tentang manfaat antioksidan dalam membantu tubuh menumpas kanker, Dr Mangestuti Agil Apt MS (Dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya) mengatakan, "Antioksidan bekerja melindungi sel-sel tubuh agar dapat menjalankan pekerjaan dengan baik. Kalau sel bekerja dengan baik, penyakit yang mengganggu fungsi sel seperti kanker pun dapat dicegah"
Flavonoid dalam Sarang Semut berguna sebagai antioksidan sehingga baik untuk mencegah dan membantu mengobati kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antiinflamasi, dan sebagai antibiotik. Beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker yang telah terungkap diantaranya:
  • Inaktivasi karsinogen » Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Antiproliferasi
    » Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel
    » Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam  siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi
    » Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis
    » Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat.
    » Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.
Selain itu, Sarang Semut mengandung Tokoferol yang juga berefek sebagai antioksidan yang efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker.
Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif. Maka, kandungan senyawa ini juga merupakan salah satu senyawa yang memegang peranan penting dalam proses pengobatan kanker.
Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja sudah dapat meredam radikal bebas hingga 96%. Sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm.
Hal ini membuat herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker karena pasti efektivitasnya dalam menangkal radikal bebas melebihi 96%.
Dalam uji in vitro, Sarang Semut terbukti ampuh sebagai obat kanker. Keampuhan tersebut dibuktikan oleh Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City bersama rekan-rekannya dari Toyama Medical and Pharmaceutical UniversityYasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. 
Dalam penelitian tersebut, mereka menggunakan Sarang Semut berbobot 2-3 kg yang kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastasis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.
Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya ternyata sungguh menakjubkan! Sarang Semut mempunyai aktivitas antiproliferasi yang kuat!! Yang berarti menghambat penyebaran sel-sel kanker yang sangat cepat dan abnormal.
Pernyataan-pernyataan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Hal ini terlihat dari pernyataan Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001.
Ia mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat. Dalam Majalah Natural, Ia berkomentar seperti berikut, "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".
Contoh nyata dari komentar tersebut telah dirasakan para pelanggan Mecodia kapsul (Produk ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya setelah menggunakan selama 1-2 bulan saja!
Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."
Hasil yang sama juga dirasakan penderita kanker yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladitikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut. Rata-rata menyatakan bahwa proses kesembuhan yang dirasakan berangsur-angsur lebih cepat terasa!
Berbagai penelitian dan hasil positif dari penggunaan Sarang Semut sebagai obat kanker alami, tentu saja membuat herbal Sarang Semut ini dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan terbaik sebagai alternatif pengobatan kanker usus besar, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi dalam beberapa kasus kesembuhan juga dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan yang seringkali dirasa melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.
Sarang Semut terbukti secara ilmiah sebagai obat kanker alami yang benar-benar ampuh. Banyak orang telah diyakinkan akan khasiatnya yang mengagumkan sehingga mencobanya dalam pengobatan kanker lambung. Sebagai salah satu pengobatan kanker lambung alternatif, Sarang Semut telah membantu banyak orang mendapatkan kesembuhan dengan cara yang murah dan aman.
Tanpa perlu melakukan operasi, kemoterapi, dan biopsi. Biasanya penderita kaker bisa memperoleh kesembuhan tanpa harus mengeluarkan banyak biaya, umumnya, setelah 1-2 bulan penggunaan, tubuh sudah dapat merasakan perubahan yang berarti, kanker berhenti menjalar dan mulai mengecil skalanya.
sumber: http://www.deherba.com/pengobatan-kanker-lambung.html

Cara Mencegah Kanker Serviks


Cara Mencegah Kanker Serviks - Kanker leher janin atau yang lebih dikenal dengan kanker serviks adalah  tumor ganas yang tumbuh dan berkembang dalam leher rahim wanita. Jenis kanker ini sangatlah berbahaya bagi seorang wanita karena selain dapat mengakibatkan kemandulan, kanker ini juga sangat mematikan. Wanita juga sangat rentan dengan penyakit ini. Untuk itu sangat perlu kiranya bagai wanita untuk  mengetahui cara pencegahan untuk dapat melakukan pencegahan sejak ini.

Untuk itu BLog PIB,  akan membagikan informasi cara pencegahan kanker serviks yang kami rilis dari pernyataan seorang ahli onkologi , Dr Toto Imam Sp.OG (k) Onk. Berikut Cara pencegahan yang disampaikannya pada acara Talk Show Kesehatan yang diselenggarakan oleh Wanita TNI.

  Penyebab Kanker Serviks :

  • Kanker Serviks terjadi karena kuman yakni Human Papiloma Virus (HPV)
  • Sel karsinoma
  • Menikah atau melakukan hubungan seksual pada usia muda
  • Sering berganti-ganti pasangan seksual dan berhubungan seksual dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan seksual
  • Tidak merawat kebersihan alat kelamin
  • Riwayat infeksi berulang di daerah kelamin atau radang panggul
  • Wanita yang sering melahirkan
  • Wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok
Gejela Kanker Serviks :
  • Keputihan atau cairan encer berbau.
  • Pendarahan di luar siklus haid
  • Perdarahan sesudah menopause
  • Sering Nyeri di daerah panggul
Cara mengetahui seseorang Terkena Kanker Serviks :

Untuk mendeteksi atau mengetahui sejak dini kanker servik kita dapat melakukan dengan Papsmear. Papsmear adaah pemeriksaan leher rahim dengan alat yang dinamakan speculum. Hal ini dilakukan oleh ahli kandungan ataupun bidan. Fungsi pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya HPV ataupun sel karsinoma penyebab Kanker serviks tersebut.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja, kecuali saat sedang haid. Papsmear juga sebaiknya dilakukan setiap 1 tahun sekali oleh setiap wanita yang sudah melakukan hubungan seksual.Papsmear dianjurkan dilakukan secara rutin agar Kanker Leher Rahim lebih cepat ditemukan dan lebih besar kemungkinan sembuh.

Cara mencegah Kanker serviks :
Untuk pencegahan terjadinya kanker serviks dapat dilakukan dengan :
  • Vaksinasi setiap satu tahun sekali
  • Menganjurkan suami menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual.

7 Tips Mencegah Kanker Payudara


Bila Anda wanita berumur 30 tahun, peluang Anda terkena kanker payudara adalah 1 per 229. Pada usia 40, peluang Anda menjadi 1 per 68. Pada usia 50, peluangnya menjadi 1 per 37 (catatan: ini adalah statistik di Amerika dan Eropa, di Indonesia mungkin berbeda).
Risiko kanker payudara meningkat bila ibu, bibi, nenek atau saudara perempuan Anda ada yang terkena kanker tersebut sebelum usia 50 tahun. Bila salah satu ibu atau saudara perempuan Anda terkena kanker, risiko Anda dua kali rata-rata. Bila keduanya terkena, risiko Anda lima kali rata-rata. Sekitar 20-30 persen wanita yang terkena kanker payudara memiliki keluarga dekat yang juga terdiagnosis penyakit itu. Sekitar 70 persen sisanya lebih sulit menentukan faktor risikonya. Pola makan, berat badan, merokok, obat-obatan, dll dapat memengaruhi risiko kanker payudara.
Berikut adalah 7 cara mencegah kanker payudara dengan mengurangi faktor risiko di luar bakat genetik:

1. Berolah raga 
    Dalam sebuah eksperimen, para peneliti menanyai 1.550 wanita berusia 40-85 tahun mengenai kebiasaan berolah raga mereka. Para wanita yang aktif berolahraga memiliki risiko terkena kanker payudara setengah lebih rendah dibandingkan mereka yang kurang berolah raga. Berjalan kaki 30 menit, lima kali seminggu dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 18 persen menurut studi lain yang melibatkan 74 ribu wanita berumur 50 sampai 79 tahun.
2. Menjaga berat badan
   American Cancer Society pernah melakukan studi yang melibatkan 62 ribu wanita. Para peneliti menemukan bahwa semakin banyak kenaikan berat badan sejak wanita berumur 18 tahun, semakin besar risiko mengidap kanker payudara di masa menopause. Mereka yang bertambah berat badan sampai 30 kilogram meningkatkan risikonya dua kali lipat. Kelebihan berat badan tampaknya meningkatkan estrogen, yang mendukung pembentukan kanker.

3. Menghindari lemak
   Ada keterkaitan antara konsumsi tinggi lemak tak jenuh rantai jamak (minyak jagung, bunga matahari, dll) dengan kanker payudara. Pilihlah asam lemak tak jenuh rantai tunggal, seperti minyak zaitun.
Di Swedia pernah dilakukan penelitian selama 6 tahun terhadap lebih dari 61 ribu wanita berusia 40 sampai 76 tahun. Mereka yang mengkonsumsi 10 gram lemak tak jenuh rantai tunggal setiap hari mengalami penurunan risiko kanker payudara hingga 45 persen. Sebaliknya, setiap konsumsi 5 gram lemak tak jenuh rantai jamak meningkatkan risiko kanker payudara hingga 69 persen. Data ini menjelaskan kenapa kanker payudara jarang dijumpai di Spanyol, Yunani dan Italia, meskipun 42 persen kalori lemak yang mereka dapatkan berbentuk minyak. Hal itu karena mereka mengkonsumsi jenis lemak tak jenuh rantai tunggal.

4. Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan
   Pigmen karotenoid yang terdapat pada buah dan sayuran dipercaya melindungi kanker payudara. Para peneliti Universitas New York membandingkan sampel darah 270 wanita penderita kanker payudara dengan sampel darah 270 wanita sehat. Wanita yang memiliki karotenoid terendah memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan yang berkarotenoid tertinggi. Usahakan selalu menyertakan sayur dan buah-buahan dalam menu harian Anda, terutama wortel, tomat, semangka dan bayam.

5. Banyak mengkonsumsi kedelai
   Insiden kanker payudara pada wanita Asia hanya seperlima dari wanita Barat. Para ilmuwan percaya bahwa penyebabnya adalah diet yang kaya kedelai. Sebuah eksperimen menunjukkan bahwa kedelai fermentasi Jepang dapat menurunkan risiko kanker payudara. Mereka yang mengkonsumi tiga porsi atau lebih setiap hari memiliki risiko lebih rendah dibandingkan yang makan hanya satu porsi atau kurang.
Kedelai mengandung fitoestrogen yang mencegah kanker payudara dengan membatasi efek karsinogenik dari estrogen. Meminum segelas susu kedelai atau tiga potong tahu/tempe setiap hari dapat melindungi Anda dari kanker payudara.

6. Menyusui
   Menyusui tidak hanya bermanfaat bagi bayi, tetapi juga bagi ibunya karena menekan kadar estrogen. Para peneliti membandingkan angka melahirkan dan pola menyusui wanita yang hidup di negara maju dan negara berkembang. Mereka mendapati bahwa wanita di negara maju dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga setengahnya bila memiliki anak lebih banyak dan menyusui mereka seperti para wanita di negara berkembang (rata-rata 30 bulan per kelahiran).

7. Tidak merokok
   Semakin muda wanita merokok, semakin besar peluangnya terkena kanker payudara sebelum menopause. California Environmental Protection Agency melaporkan bahwa merokok pasif, terutama di kalangan wanita muda, adalah salah satu penyebab kanker payudara. Bagi para suami atau ayah, berhentilah merokok agar istri atau anak perempuan Anda tidak terkena kanker payudara.

Senin, 12 November 2012

BUAH DAN YANG MEMBANTU MENCEGAH KANKER.




BUAH DAN YANG MEMBANTU MENCEGAH KANKER.

Terdiri dari :)

  1. buah tin
  2. pepaya
  3. mengkudu
  4. buah duku
  5. setobery
  6. manggis
  7. pepaya
  8. apel
  9. tomat
  10. brokoli
  11. buah berry
  12. buah naga
  13. buah mangga
  14. buah lemon
  15. buah jeruk
  16. alpukat
  17. semangka
  18. buah melon
  19. buah pear
  20. jambu biji
  21. cokelat

LIHAT VIDEO:








Jumat, 09 November 2012

10 Tips Jitu Mencegah Kanker

     Mencegah kanker merupakan langkah yang terbaik. Sebab seperti ungkapan “mencegah lebih baik dari pada mengobati”, pencegahan membuat suatu kerusakan tidak perlu terjadi. Demikian juga untuk penyakit kanker, mencegah kanker jauh lebih baik dibandingkan mengobatinya.
Untuk mencegah kanker, diperlukan pengetahuan mengenai apa saja penyebab kanker sehingga kita bisa menghindari atau menangkal kemungkinan timbulnya akar-akar kanker tersebut. Berikut ini sepuluh tips jitu untuk mencegah kanket.
  • Memeriksa Resiko karena KeturunanSalah satu penyebab kanker berasal dari faktor keturunan. Jika ada orangtua atau saudara yang menderita kanker, sangat mungkin kanker juga menyerang anggota keluarga lainnya. Untuk itu mengetahui ada tidaknya anggota keluarga yang pernah terkena kanker sangat penting sebagai upaya mencegah kanker.
  • Menghindari Makanan yang Diasap dan DibakarPenyebab kanker lainnya adalah makanan yang diasap, dibakar, atau diasamkan. Contohnya seperti ikan asap atau makanan yang diacar. Makanan tersebut beresiko menimbulkan kanker. Oleh karena itu menghindari atau mengurangi frekuensi mengonsumsi makanan tersebut menjadi keharusan untuk mencegah kanker. 
  • Menjauhi AlkoholSejak lama alkohol sudah sering disebut sebagai penyebab kanker. Untuk mencegah kanker, menghindari konsumsi alkohol merupakan langkah yang tepat.
  • Menghindari Makanan dengan Zat PewarnaBanyak makanan saat ini dicampur dengan zat pewarna agar terlihat menarik. Padahal kandungan zat pewarna itu sangat berbahaya bagi tubuh dan dapat memicu kanker. Untuk mencegah kanker, sebaiknya usahakan menghindari makanan yang menggunakan zat pewarna. Makanan yang menggunakan zat pewarna dapat diketahui dari warna makanan yang terlihat jauh lebih menarik dibandingkan warna aslinya.
  • Menghindari RokokSeperti alkohol, rokok juga menjadi sumber penyebab berbagai penyakit. Tak terkecuali untuk penyakit kanker. Meninggalkan kebiasaan merokok atau berupaya menjauh dari orang yang sedang merokok adalah upaya baik untuk mencegah kanker.
  • Menghindari Makanan BerlemakLemak menyebabkan banyak masalah dalam tubuh. Termasuk sebagai pemicu kanker. Untuk mencegah kanker, hindarilah makanan-makanan berlemak tinggi. 
  • Makan Makanan Kaya SeratBuah-buahan dan sayuran merupakan makanan kaya serat. Memperbanyak konsumsi makanan tersebut sangat baik untuk mencegah kanker. 
  • Rutin OlahragaBerolahraga merupakan cara yang baik untuk mencegah kanker. Sebab saat berolahraga, lemak dalam tubuh akan terbakar dan mempercepat metabolisme. Hal itu akan mencegah terjadinya kanker. Tidak harus berupa olahraga berat. Olahraga ringan seperti jalan sehat atau lari pagi bisa membantu mencegah kanker.
  • Konsumsi Vitamin A, C,dan EVitamin A, vitamin C, dan vitamin E memiliki kandungan antioksidan yang sangat berguna untuk mencegah kanker. 
  • Perilaku Seks SehatTidak berganti-ganti pasangan dalam hubungan seks juga menjadi cara jitu mencegah kanker. Sebab timbulnya kanker juga dimungkinkan karena perilaku seksual yang tidak sehatm
sumber: http://www.deherba.com/10-tips-jitu-mencegah-kanker.html

Kamis, 08 November 2012

pengobatan kanker otak secara tradisional

KANKER OTAK merupakan tumor ganas yang umum, jumlah penderita dan jumlah kematian akibat kanker otak meningkat setiap tahunnya, pemeriksaan secara rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan. Jika didiagnosa kanker otak, jangan panik, sesegera mungkin lakukan pengobatan secara medis sehingga kanker otak dapat dikontrol secara efektif. Oleh karena itu, ahli dari Rumah Sakit Modern Tumor Guangzhou memperkenalkan metode pengobatan kanker otak.

Bagaimana pengobatan kanker otak secara tradisional?

  1. kemoterapi adalah metode yang seringkali di pilih untuk pengobatan kanker, tidak terkecuali kanker otak. Kemoterapi dalam pengobatan kanker otak telah membuat kemajuan yang pesat, namun karena struktur khusus yang menghalangi darah ke otak, obat kemoterapi untuk kanker otak mempunyai banyak batasan, setiap obat kemoterapi hanya larut dalam lemak oleh sel intimal, lalu masuk ke dalam sel kanker dan berefek, cara seperti ini mempengaruhi kecepatan dan efisiensi kerja obat
.
  2. radioterapi adalah pengobatan dengan menggunakan radiasi sinar X atau radiasi neutron yang berkecepatan tinggi pada pengobatan sel kanker. Sasaran radioterapi yang utama adalah sel kanker yang sensitif terhadap radiasi, rentan terhadap kerusakan radiasi dari ciri pengobatan yang digunakan. Radioterapi menurut diagnosa patologi kanker otak, perbedaan tingkat dan hasil pemeriksaan pencitraan medis yang menentukan ukuran dan dosis sinar radiasi. Penggunaan radioterapi bisa menghapuskan secara aman bagian dalam dari tumor otak, tetapi akan mempunyai efek samping yang lebih besar saat radioterapi. 

  3. operasi adalah pengobatan yang paling mudah dalam pengobatan kanker otak. Terutama untuk kanker otak, bisa menggunakan metode operasi tumor. Metode ini sebisa mungkin membuang sel-sel kanker untuk mencegah perkembangbiakan sel kanker yang dapat menyebabkan kekambuhan. Metode pengobatan kanker otak ini merupakan metode yang paling umum, namun tingkat resiko kekambuhannya lebih tinggi. 

Pengobatan kanker otak dengan metode minimal invasif

   Modern Cancer Hospital Guangzhou memperkenalkan metode pengobatan kanker dengan teknologi maju, metode minimal invasif ini mempunyai keuntungan rasa sakit yang lebih sedikit dan pemulihan yang cepat. Menurut ahli kanker otak, berdasarkan kondisi klinis dan gejala yang berbeda dari pasien kanker otak, melalui konsultasi dengan ahli, menentukan metode pengobatan yang tepat untuk pasien kanker otak.
  Ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou menggunakan terapi intervensi seperti pisau Ar-He, herbal modern, radio partikel, imunisasi biologi, pisau foton dan metode minimal invasif lainnya, serta kombinasi metode minimal invasif untuk pengobatan kanker otak. Bukan hanya untuk mencegah kanker otak, metode pengobatan tradisional meminimalkan efek samping dan kekurangan yang lainnya, sehingga meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup pasien kanker otak.
  Pesan ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou: kanker otak merupakan keganasan yang umum, jika menderita kanker otak segera lakukan pengobatan rutin di Rumah sakit

 

Selasa, 30 Oktober 2012

Cara mencegah kanker

Pencegahan kanker didefinisikan sebagai langkah-langkah aktif untuk mengurangi insiden kanker. Ini dapat dilakukan dengan menghindari karsinogen atau mengubah metabolisme mengejar gaya hidup atau diet yang memodifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kanker dan/atau intervensi medis (chemoprevention, pengobatan pre-malignant lesi).
Konsep epidemiologi "pencegahan" biasanya didefinisikan sebagai pencegahan utama, bagi orang-orang yang tidak telah didiagnosis dengan penyakit tertentu, atau sekunder pencegahan, ditujukan untuk mengurangi pengulangan atau komplikasi dari penyakit yang didiagnosa sebelumnya.

Faktor-faktor risiko Modifiable ("gaya hidup")

Sebagian besar faktor-faktor risiko kanker lingkungan atau gaya hidup-terkait di alam, menuju klaim bahwa kanker adalah penyakit sebagian besar dapat dicegah.), aktivitas fisik (terkait dengan peningkatan risiko usus, payudara dan kanker mungkin lainnya), dan menjadi kelebihan berat badan / gemuk (terkait dengan usus, payudara, endometrium, dan kanker lainnya).
Berdasarkan bukti epidemiologi, sekarang diperkirakan bahwa menghindari konsumsi berlebihan alkohol dapat berkontribusi untuk pengurangan risiko kanker tertentu; Namun, dibandingkan dengan tembakau eksposur, besarnya efek sederhana atau kecil dan kekuatan bukti lebih sering lemah.
Lain gaya hidup dan faktor-faktor lingkungan yang dikenal untuk mempengaruhi risiko kanker (menguntungkan atau detrimentally) adalah penyakit menular seksual tertentu (seperti yang disampaikan oleh human papillomavirus), penggunaan eksogen hormon, paparan radiasi ionisasi dan radiasi ultraviolet dan tertentu pekerjaan dan kimia eksposur.
Setiap tahun, sekitar 200.000 orang mati di seluruh dunia dari kanker yang berhubungan dengan tempat kerja mereka. Jutaan pekerja menanggung risiko mengembangkan kanker kanker paru-paru dan mesothelioma dari menghirup serat asbes dan asap tembakau, atau leukemia dari paparan benzena di tempat kerja mereka.

Diet

Konsensus pada diet dan kanker adalah bahwa obesitas meningkatkan risiko pengembangan kanker. Tertentu praktek diet sering menjelaskan perbedaan dalam insiden kanker di negara yang berbeda (misalnya kanker lambung lebih umum di Jepang, sementara kanker usus besar lebih umum di Amerika Serikat. Dalam contoh ini pertimbangan sebelumnya Haplogroups dikecualikan).
Penelitian telah menunjukkan bahwa imigran mengembangkan risiko negara baru mereka, sering dalam satu generasi, menunjukkan link besar antara diet dan kanker. Apakah juga mengurangi obesitas dalam suatu populasi mengurangi insiden kanker tidak diketahui.
Meskipun laporan yang sering zat-zat tertentu (termasuk makanan) memiliki efek yang menguntungkan atau merugikan pada risiko kanker, beberapa di antaranya memiliki link yang didirikan untuk kanker. Laporan-laporan ini sering didasarkan pada studi di cell berbudaya media atau binatang.
Rekomendasi kesehatan masyarakat tidak dapat dibuat pada dasar dari studi ini sampai mereka telah divalidasi dalam pengamatan (atau kadang-kadang calon rumah) percobaan pada manusia.
Intervensi diet yang diusulkan pengurangan risiko kanker utama umumnya mendapatkan dukungan dari Asosiasi epidemiologi studi. Contohnya seperti studi laporan bahwa daging mengurangi konsumsi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus besar, dan melaporkan bahwa konsumsi kopi terkait dengan mengurangi risiko kanker hati.
Studi telah dikaitkan konsumsi daging panggang dengan peningkatan risiko kanker perut, kanker usus besar, kanker payudara dan kanker pankreas, fenomena yang bisa karena untuk kehadiran karsinogen seperti benzopyrene dalam makanan dimasak pada suhu tinggi.
2005 Sekunder pencegahan studi menunjukkan bahwa konsumsi diet nabati dan perubahan gaya hidup mengakibatkan penurunan tanda-tanda kanker dalam kelompok orang-orang dengan kanker prostat yang menggunakan tidak konvensional perawatan saat.
Hasil ini yang diperkuat oleh studi 2006 di mana perempuan lebih dari 2.400 dipelajari, setengah acak diet normal, setengah lainnya diberikan diet yang mengandung kurang dari 20% kalori dari lemak. Wanita di diet rendah lemak yang ditemukan memiliki risiko yang jelas lebih rendah dari payudara Kanker pengulangan, dalam Laporan interim Desember 2006.
Studi baru-baru ini juga telah menunjukkan potensi hubungan antara beberapa bentuk kanker dan tinggi konsumsi gula dan lain karbohidrat sederhana. Meskipun tingkat korelasi dan tingkat kausalitas masih diperdebatkan, beberapa organisasi telah bahkan mulai untuk merekomendasikan mengurangi asupan gula dan pati sebagai bagian dari mereka rejimen pencegahan kanker.
Pada November 2007, American Institute untuk kanker penelitian (AICR), dalam hubungannya dengan dunia Cancer Research Fund (WCRF), diterbitkan '' perspektif Global'', "yang paling aktif dan komprehensif analisis literatur tentang diet, aktivitas fisik dan kanker". WCRF/AICR ahli laporan daftar 10 rekomendasi bahwa orang dapat mengikuti untuk membantu mengurangi resiko kanker, termasuk pedoman diet berikut: (1) mengurangi asupan makanan dan minuman yang mempromosikan berat memperoleh, yaitu makanan padat energi dan minuman yang manis, makan sebagian besar makanan tanaman asal, (3) membatasi asupan daging merah (2) dan menghindari olahan daging, (4) membatasi konsumsi minuman beralkohol, (5) mengurangi asupan garam dan menghindari mouldy sereal (butir) atau kacang-kacangan (kacang-kacangan).
Jamur beberapa menawarkan efek anti kanker, yang dianggap dapat dihubungkan dengan kemampuan mereka untuk up-mengatur sistem imun. Beberapa jamur yang dikenal untuk efek ini meliputi, Reishi, '' Agaricus blazei'', Maitake, [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12126464 dan '' Trametes versicolor'' penelitian menunjukkan senyawa dalam obat jamur yang paling bertanggung jawab untuk mengatur sistem imun up dan memberikan efek anti kanker, adalah kumpulan beragam polisakarida senyawa, terutama beta-glucans. Beta-glucans dikenal sebagai "respon biologis pengubah", dan kemampuan mereka untuk mengaktifkan sistem kekebalan tubuh ini didokumentasikan dengan baik. Secara khusus, beta-glucans merangsang cabang bawaan sistem imun. Penelitian telah menunjukkan beta-glucans memiliki kemampuan untuk merangsang makrofag, sel NK, sel t dan sitokin sistem kekebalan tubuh. Mekanisme di mana beta-glucans merangsang sistem kekebalan hanya sebagian dipahami. Salah satu mekanisme di mana beta-glucans dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, adalah dengan berinteraksi dengan makrofag-1 antigen (CD18) reseptor pada sel imun.

Vitamin

Gagasan bahwa kanker dapat dicegah melalui vitamin suplemen berasal dari pengamatan awal mengkorelasikan penyakit manusia dengan kekurangan vitamin, seperti karena pernicious anemia dengan kekurangan vitamin B12, dan kudis dengan kekurangan Vitamin C. Ini sebagian besar tidak terbukti menjadi kasus kanker, dan vitamin suplemen sebagian besar tidak terbukti efektif dalam mencegah kanker. Komponen melawan kanker makanan juga terbukti menjadi lebih banyak dan beragam daripada sebelumnya dipahami, jadi pasien yang semakin menjadi disarankan untuk mengkonsumsi segar, diproses buah-buahan dan sayuran untuk manfaat kesehatan maksimal.
Penelitian epidemiologis telah menunjukkan bahwa kandungan vitamin d rendah status berkorelasi untuk risiko kanker meningkat. Namun, hasil studi tersebut harus diperlakukan dengan hati-hati, karena mereka tidak menunjukkan apakah korelasi antara dua faktor berarti bahwa salah satu menyebabkan yang lain ('' yaitu '' korelasi tidak berarti sebab-akibat). Kemungkinan bahwa Vitamin D mungkin melindungi terhadap kanker telah dibandingkan dengan risiko keganasan rendah atau dari paparan sinar matahari. Karena eksposur dengan matahari meningkatkan alami manusia produksi vitamin d, beberapa kanker peneliti berpendapat bahwa potensi efek ganas merugikan dari eksposur Minggu jauh sebanding dengan efek mencegah kanker sintesis ekstra vitamin d di matahari yang terkena kulit. Pada tahun 2002, Dr William B. Grant mengklaim bahwa 23,800 dini kanker kematian terjadi di AS setiap tahunnya karena kurangnya UVB eksposur (rupanya melalui vitamin d deficiency). Ini lebih tinggi daripada 8800 kematian terjadi dari melanoma atau karsinoma sel skuamosa, sehingga efek keseluruhan eksposur matahari mungkin bermanfaat. Lain penelitian group memperkirakan bahwa 50, 000–63, 000 individu di Amerika Serikat dan 19.000-25.000 di Inggris mati sebelum waktunya dari kanker setiap tahun karena kekurangan vitamin D.
Kasus beta-carotene menyediakan contoh tentang pentingnya uji klinis. Epidemiologi yang mempelajari diet dan serum tingkat mengamati bahwa tingkat tinggi beta-carotene, prekursor vitamin A, yang dikaitkan dengan efek perlindungan, mengurangi resiko kanker. Efek ini adalah sangat kuat dalam kanker paru-paru. Hipotesis ini menyebabkan serangkaian besar uji klinis yang dilakukan di Finlandia dan Amerika Serikat (CARET studi) selama tahun 1980-an dan 1990-an. Studi ini memberikan sekitar 80.000 perokok atau mantan perokok dengan suplemen harian beta-carotene atau plasebo. Bertentangan dengan harapan, tes ini ditemukan tidak mendapatkan keuntungan dari beta-carotene suplemen dalam mengurangi insiden kanker paru-paru dan kematian. Pada kenyataannya, risiko kanker paru-paru sedikit, tapi tidak secara signifikan, '' meningkat '' oleh beta-carotene, yang mengarah ke awal penghentian studi.
Hasil yang dilaporkan dalam the Journal of American Medical Association (JAMA) pada tahun 2007 menunjukkan bahwa asam folat suplemen tidak efektif dalam mencegah kanker usus besar, dan folat konsumen mungkin akan lebih cenderung bentuk usus polip.

Chemoprevention

Konsep bahwa obat dapat digunakan untuk mencegah kanker adalah salah satu yang menarik, dan banyak uji klinis berkualitas tinggi mendukung penggunaan chemoprevention seperti dalam keadaan didefinisikan.
Penggunaan sehari-hari dari tamoxifen, selective estrogen receptor modulator (SERM), biasanya selama 5 tahun, telah dibuktikan untuk mengurangi risiko pengembangan kanker payudara pada wanita yang berisiko tinggi oleh sekitar 50%. Sebuah studi baru-baru ini melaporkan bahwa selective estrogen receptor modulator raloxifene memiliki manfaat yang sama untuk tamoxifen dalam mencegah kanker payudara pada wanita yang berisiko tinggi, dengan profil efek samping yang lebih menguntungkan.
Raloxifene adalah SERM seperti tamoxifen; telah ditunjukkan (di sidang bintang) untuk mengurangi risiko kanker payudara pada wanita yang berisiko tinggi sama serta tamoxifen. Dalam percobaan ini, yang mempelajari hampir 20.000 perempuan, raloxifene memiliki lebih sedikit efek samping daripada tamoxifen, meskipun itu lakukan memungkinkan lebih DCIS untuk membentuk.
Efek COX-2 inhibitor seperti rofecoxib dan celecoxib pada risiko polip usus besar yang telah dipelajari dalam keluarga adenomatous Poliposis pasien dan masyarakat umum.
Dalam kedua kelompok, ada penurunan yang signifikan dalam usus polip insiden, tetapi ini datang pada harga meningkat toksisitas kardiovaskular.

Pengujian genetik

Genetik pengujian untuk individu yang berisiko tinggi sudah tersedia untuk mutasi genetik tertentu terkait kanker. Pembawa mutasi genetika yang meningkatkan risiko kanker insiden dapat menjalani Peningkatan pengawasan, chemoprevention, atau mengurangi risiko operasi. Awal identifikasi warisan genetik risiko untuk kanker, bersama dengan mencegah kanker intervensi seperti operasi atau meningkatkan pengawasan, dapat menyelamatkan nyawa bagi individu yang berisiko tinggi.

Vaksinasi

Profilaksis vaksin telah dikembangkan untuk mencegah infeksi oleh onkogenik agen infeksi seperti virus, dan terapi vaksin sedang dalam pengembangan untuk merangsang respon kekebalan melawan kanker-spesifik epitop.
Seperti yang dilaporkan di atas, vaksin pencegahan human papillomavirus ada bahwa target tertentu menular seksual strain human papillomavirus yang berkaitan dengan perkembangan kanker leher rahim dan genital warts. Vaksin HPV hanya dua di pasar Oktober 2007 adalah Gardasil dan Cervarix.

Pemutaran

Skrining Kanker adalah usaha untuk mendeteksi kanker yang tak terduga dalam populasi asimtomatik. Pemeriksaan tes yang cocok untuk sejumlah besar orang-orang yang sehat harus relatif terjangkau, aman dan non-invasif prosedur dengan harga acceptably rendah hasil positif yang palsu. Jika tanda-tanda kanker adalah terdeteksi, lebih definitif dan invasif mengikuti tes dilakukan untuk memastikan diagnosis.
Skrining kanker dapat mengakibatkan diagnosis sebelumnya dalam kasus tertentu. Diagnosis dini dapat mengakibatkan kehidupan yang diperpanjang, tapi mungkin juga palsu memperpanjang waktu memimpin untuk kematian melalui memimpin kali bias atau panjang kali bias.
Jumlah tes skrining yang berbeda telah dikembangkan untuk Keterpaparan berbeda.
Skrining kanker payudara dapat dilakukan oleh pemeriksaan payudara diri, meskipun pendekatan ini dipercaya oleh sebuah studi tahun 2005 di lebih dari 300.000 Cina perempuan.
Screening kanker payudara dengan mammograms telah ditunjukkan untuk mengurangi tahap rata-rata diagnosa kanker payudara pada sebuah populasi.
Tahap diagnosis di negara telah ditunjukkan untuk mengurangi dalam sepuluh tahun pengenalan program skrining mammographic.
Kanker kolorektal dapat dideteksi melalui tes darah okultisme kotoran dan kolonoskopi, yang mengurangi insiden kanker usus besar dan kematian, mungkin melalui Deteksi dan penghapusan pre-malignant polip.
Demikian pula, leher rahim sitologi pengujian (menggunakan Pap smear) mengarah ke identifikasi dan Eksisi lesi precancerous. Seiring waktu, seperti pengujian telah diikuti oleh penurunan dramatis Kanker Serviks insiden dan kematian. Pemeriksaan diri menangani dianjurkan untuk laki-laki yang dimulai pada usia 15 tahun untuk mendeteksi kanker menangani.
Kanker prostat dapat diputar dengan menggunakan rektum digital bersama dengan tes darah prostat antigen spesifik (PSA) meskipun beberapa otoritas (seperti kita pencegahan layanan Task Force) merekomendasikan melawan rutin skrining semua orang.
Pemutaran untuk kanker kontroversial dalam kasus ketika bukan Namun dikenal jika tes benar-benar menghemat lives. Kontroversi muncul ketika tidak jelas apakah manfaat pemutaran lebih besar daripada risiko tindak lanjut tes diagnostik dan perawatan kanker. Sebagai contoh: ketika skrining untuk kanker prostat, tes PSA dapat mendeteksi kecil kanker yang akan pernah menjadi kehidupan mengancam, tetapi sekali terdeteksi akan mengakibatkan perawatan. Situasi ini, yang disebut overdiagnosis, menempatkan laki-laki pada risiko komplikasi dari tidak perlu perawatan seperti operasi atau radiasi. Mengikuti prosedur yang digunakan untuk mendiagnosa kanker prostat (prostat biopsi) dapat menyebabkan efek samping, termasuk pendarahan dan infeksi. Perawatan kanker prostat dapat menyebabkan inkontinensia (ketidakmampuan untuk mengontrol aliran urin) dan disfungsi ereksi (ereksi tidak memadai untuk hubungan). Demikian pula, untuk kanker payudara, baru-baru ini telah ada kritik bahwa program skrining payudara di beberapa negara menyebabkan lebih banyak masalah daripada mereka memecahkan. Hal ini karena pemutaran perempuan dalam masyarakat umum akan mengakibatkan sejumlah besar perempuan dengan hasil positif palsu yang memerlukan penyelidikan lanjutan yang luas untuk mengecualikan kanker, menuju memiliki tinggi nomor untuk memperlakukan (atau nomor layar) untuk mencegah atau menangkap satu kasus kanker payudara awal.
Skrining Kanker Serviks melalui Pap smear memiliki profil biaya-manfaat yang terbaik dari semua bentuk Skrining Kanker dari perspektif kesehatan masyarakat, sebagian besar disebabkan oleh virus, ini memiliki faktor risiko yang jelas (kontak seksual), dan kemajuan alami dari kanker serviks adalah bahwa biasanya menyebar perlahan-lahan selama beberapa tahun karena itu memberikan lebih banyak waktu untuk program skrining untuk menangkap lebih awal. Selain itu, tes itu sendiri mudah untuk melakukan dan relatif murah.
Untuk alasan ini, sangat penting bahwa manfaat dan resiko prosedur diagnostik dan pengobatan diperhitungkan ketika mempertimbangkan apakah untuk melakukan Skrining Kanker.
Penggunaan pencitraan medis untuk mencari kanker pada orang tanpa gejala yang jelas sama cacat dengan masalah. Ada risiko yang signifikan dari deteksi yang baru-baru ini disebut '' incidentaloma'' - lesi jinak yang dapat ditafsirkan sebagai keganasan rendah atau dikenakan penyelidikan berpotensi berbahaya. Baru-baru ini studi dari penyaringan berbasis CT scan untuk kanker paru-paru perokok memiliki hasil yang samar-samar, dan sistematis pemutaran tidak dianjurkan pada Juli 2007. Uji klinis sinar-x dada biasa-film layar untuk kanker paru-paru perokok telah menunjukkan tidak ada manfaat untuk pendekatan ini.

sumber: http://www.news-medical.net/health/How-to-Prevent-Cancer-%28Indonesian%29.aspx